Minggu, 09 Juni 2013

Tujuan Bimbingan dan Konseling

TUJUAN BK

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sekolah dasar bertanggung jawab memberikan pengalaman-pengalaman dasar kepada anak,yaitu kemampuan dan kecakapan membaca,menulis dan berhitung,pengetahuan umum serta perkembangan kepribadian,yaitu sikap terbuka terhadap orang lain,penuh inisiatif,kreatifitas,dan kepemimpinan,ketrampilan serta sikap bertanggung jawab guru sekolah dasar memegang peranan dan memikul tanggung jawab untuk memahami anak dan membantu perkembangan social pribadi anak.
Bimbingan itu sendiri dapat diartikan suatu bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan yang mempunyai fungsi positif,bukan hanya suatu kekuatan kolektif.proses yang terpenting dalam pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. Hal tersebut akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru,mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan meerapkannya dalam situasi mendatang.
Bimbingan bukan lagi suatu tindakan yang bersifat hanya mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak,tetapi juga merupakan suatu pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan,minat dan kemampuan yang harus berkembang.







B.    Rumusan Masalah
1.     Apakah Pengertian Bimbingan itu?
2.     Apakah Pengertian Konseling itu?
3.     Bagaimanakah Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar?
C.    Maksud dan Tujuan
1.     Pembaca dapat memahami pengertian Bimbingan setelah membaca makalah ini.
2.     Pembaca dapat memahami pengertian Konseling setelah membaca makalah ini.
3.     Setelah membaca makalah ini pembaca bisa memahami bagaimanakah Bimbingan dan Konseling itu di Sekolah Dasar.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
      I.          Pengertian Bimbingan
Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan) Beberapa pendapat lain dari para tokoh mengenai pengertian bimbingan adalah sebagai berikut :
1)     Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
2)     Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan:
1.     suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri.
2.     suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya.
3.     sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup.
4.     suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan.
3)     Djumhur dan Moh. Surya, (1975:15) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat.
4)     Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”.
5)     Pengertian bimbingan konseling berdasarkan SK Mendikbud no.025/D/1995, disebutkan sebagai “pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan pada norma-norma yang berlaku”.

    II.          Pengertian Konseling

1)     Menurut Cavanagh, konseling merupakan “a relationship between a trained helper and a person seeking help in which both the skills of the helper and the atmosphere that he or she creates help people learn to relate with themselves and others in more growth-producing ways.” Hubungan antara seorang penolong yang terlatih dan seseorang yang mencari pertolongan, di mana keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong orang untuk belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain dengan terobosan-terobosan yang semakin bertumbuh (growth-producing ways).
2)     (Pepinsky dalam Shertzer & Stone, 1974) konseling interaksi yang (a) terjadi antara dua orang individu ,masing-masing disebut konselor dan klien ; (b) terjadi dalam suasana yang profesional (c) dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudah kan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.
3)     (Smith, dalam Shertzer & Stone, 1974) suatu proses dimana konselor membantu konseli membuat interprestasi-interprestasi tetang fakta-fakta yang berhubungan dengn pilihan,rencana,atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuat.
4)     (Mc. Daniel,1956) suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kapadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinyasendiri dan lingkungan.
5)     Konseling merupakan suatu proses untuk memebantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangn dirinya,dan untuk mencapai perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya ,proses tersebuat dapat terjadi setiap waktu. (Division of Conseling Psychologi).
6)     Prayitno dan Erman Amti (2004:105) konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.
7)     Winkel (2005:34) mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.

B.    BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR
sekolah dasar bertanggung jawab memberikan pengalaman-pengalaman dasar kepada anak,yaitu kemampuan dan kecakapan membaca,menulis dan berhitung,pengetahuan umum serta perkembangan kepribadian,yaitu sikap terbuka terhadap orang lain,penuh inisiatif,kreatifitas,dan kepemimpinan,ketrampilan serta sikap bertanggung jawab guru sekolah dasar memegang peranan dan memikul tanggung jawab untuk memahami anak dan membantu perkembangan social pribadi anak.
Bimbingan itu sendiri dapat diartikan suatu bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan yang mempunyai fungsi positif,bukan hanya suatu kekuatan kolektif.proses yang terpenting dalam pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. Hal tersebut akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru,mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan meerapkannya dalam situasi mendatang.
Bimbingan bukan lagi suatu tindakan yang bersifat hanya mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak,tetapi juga merupakan suatu pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan,minat dan kemampuan yang harus berkembang.
1.     tindakan preventif di sekolah dasar tuntutan untuk mengadakan identifikasi secara awal diakui kebenarannya oleh para ahli bimbingan karena:
a.      Kepribadian anak masih luwes,belum menemukan banyak masalh hidup,mudah terbentuk dan masih akan banyak mengalami perkembangan.
b.     Orang tua murid sering berhubungan dengan guru dan mudah dibentuk hubungan tersebut,orang tua juga aktif pendidikan anaknya disekolah.
c.      Masa depan anak masih terbuka sehingga dapat belajar mengenali diri sendiri dan dapat menghadapi suatu masalah dikemudian hari.
d.     Bimbingan tidak hanya pada anak yang bermasalah melai8nkan pandangan bimbingan dewasa ini yaitu menyediakan suasana atau situasi perkembangan yang baik,sehingga setiap anak di sekolah dapat terdorong semangat blejarnya dan dapat mengembangkan pribadinya sebik mungkin dan terhindar dari praktik-praktik yang merusak perkembangan anak itu sendiri.
2.     kesiapan disekolah dasar
Konsep psikologi belajar mengenai kesiapan belajar menunjukan bahwa hambatan pendidikan dapat timbul jika kurikulum diberikan kepada anak terlalu cepat/terlalu lambat,untuk menghadapi perubahan dan perkembangan pendidikan yang terus menerus perlu adanya penyuluhan untuk menumbahkan motivasi dan menciptakan situasi balajar dengan baik sehingga diperoleh kreatifitas dan kepemimpinan yang positif pada aktrifitas melalui penyuluhan kepada orang tua dan murid.




C.    LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Layanan Bimbingan dan Konseling didasarkan atas PP Nomor 28 Tahun 1990 Bab X Pasal 25 Ayat (1) yang menyatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Berdasarkan pedoman Bimbingan dan Penyuluhan siswa di Sekolah Dasar Tahun 1995/1996, layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan agar para siswa dapat mewujudkan diri sebagai pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, pelajar kreatif dan pekerja produktif.
1.     Tujuan Bimbingan dan Konseling
a.      Tujuan Umum
Bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tugas-tugas perkenbangan yang meliputi belajar, pribadi-sosial, dan karir.
b.     Tujuan khusus
v Aspek perkembangan belajar membantu siswa agar :
- Mengembangkan keterampilan dasar.
- Dapat melaksanakan keterampilan fisik sederhana yang diperlukan dalam teknik
belajar secara efektif.
- Mampu belajar secara efektif.
- Dapat menetapkan tujuan dan rencana belajar.
- Dapat mencapai prestasi belahar secara optimal sesuai bakat dan kemampuannya.
- Memiliki keterampilan dan kesiapan untuk menghadapi ulangan atau evaluasi belajar.
v Aspek perkembangan pribadi-sosial membantu siswa agar:
- Memiliki pemahaman diri, yaitu menggambarkan penampilan dan mengenal keunikan yang ada pada dirinya.
- Menanamkan dan mengembangkan kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME.
- Mengembangkan moral dan nilai-nilai sebagai pedoman perilaku.
- Mampu bergaul dan bekerja dengan orang lain, mampu menghargai orang lain.
- Mampu menjadi pribadi yang mandiri, memiliki rasa tanggung jawab.
- Mengembangkan keterampilan huungan antar pribadi.
- Dapat menyelesaikan konflik.
- Dapat membuat keputusan dengan baik.
v Aspek perkembangan karir membantu agar:
- Mengenal macam-macam pilihan kelanjutan studi ke jenjang berikutnya.
- Menentukan cita-cita dan merencanakan masa depan.
- Mengeksplorasi arah minat karir.
2.     Kegiatan operasional BK
v Memahami siswa melalui kegiatan
- Menelaah identitas dan latar belakang kehidupan siswa, keluarga, sosial dan pendidikan.
- Mengidentifikasi cita-cita siswa dan harapan orang tua.
- Mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh siswa.
- Mengidentifikasi kecenderungan perilaku bermasalah dan penyimpangan perilaku siswa.
- Diagnosis kesulitan belajar.
- Mengidentifikasi kesulitan belajar.
- Mengidentifikasi kemampuan potensial.
- Analisis tindakan pelayanan BK.
3.     Layanan orientasi dan informasi
- Orientasi dan informasi tentang sekolah.
- Orientasi dan informasi tentang cara dan kebiasaan belajar yang efektif.
- Orientasi pemahamnan diri tentang bakat, minat, kemampuan dan cita-cita.
- Orientasi pemahaman nilai-nilai.
- Orientasi pemahaman lingkungan pendidikan dan pekerjaan.
- Orientasi hambatan dan pemecahannya.
- Orientasi merencanakan masa depan.
4.     Layanan bimbingan penempatan dan penyaluran
- Penempatan dalam kelas.
- Pemilihan program khusus.
- Pembentukan kelompok belajar.
5.     Layanan responsif (individual/kelompok)
Sebagai bentuk layanan pemecahan masalah siswa yang berkenaan dengan pribadi, sosial,
karir, dan masalah pengembangan pendidikan. Layanan bimbingan yang termasuk :
v Bimbingan Belajar
- Mengembangkan motivasi, sikap dan kebiasaan belajar yang baik.
- Keterampilan belajar, program perbaikan dan pengayaan.
v Bimbingan sosial pribadi
- Cara mengendalikan emosi.
- Mengatur waktu secara efektif.
- Menggambarkan situasi di sekolah dan di rumah serta keterkaitannya.
- Resolusi konflik.
- Memahami keunikan pribadi.
- Mengembangkan sikap yang positif.
- Memahami nilai-nilai yang berlaku di lingkungan.
- Belajar bertanggungjawab.
- Mengembangkan keterampilan social.
v Bimbingan karir
- Mempersiapkan rencana pendidikan, karir, tujuan sosial pribadi yang didasarkan .atas pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh tentang diri
- Pemahaman informasi yang menyeluruh tentang sekolah.
- Pengembangan minat atau hobi.
- Eksplorasi dunia karir dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam
Rangka.
v pencapaian tujuan
- Mengambil keputusan yang merefleksikan pencapaian tujuan dirinya.



BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan).Sedangkan konseling yaitu hubungan antara dua orang penolong dan seseorang yang mencari pertolongan ( konselor dank lien ). Layanan Bimbingan dan Konseling didasarkan atas PP Nomor 28 Tahun 1990 Bab X Pasal 25 Ayat (1) yang menyatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan.
B.    SARAN
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah  ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun mengenai penulisan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada khususnya dan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta pada umumnya.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar